Aktivitas Penambangan Tanah Puru di Kecamatan Gerunggang, diduga tidak ada Ijin

Caption : Lokasi penambangan batuan di kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang

Global-issuu - Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Ditemukan kegiatan  penambangan tanah Puru/ Galian C di Kecamatan Gerunggang dengan pelaku usaha berinisial US. Diduga penambangan batuan tersebut tidak mengantongi surat ijin dari Dinas Kementrian terkait, Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Jumat (29/12/2023). 

Berawal dari  laporan  warga masyarakat, yang mengaku bahwa kegiatan penambangan tanah puru itu cukup meresahkan. Debu yang dihasilkan dari akibat keberadan mobil Dumtruk yang berulang alik sangat mengganggu  lingkungan setempat. 

"Ada tambang tanah Puru pak di Kelurahan Tua Tunu, tidak jauh dari rumah kami. masalah legalitas kami kurang tahu", kata  MA kepada Media, Kamis (28/12)

Selanjutnya, Tim Media melakukan investigasi ke lokasi penambangan batuan  jenis tanah puru tersebut.

Sesampai di lokasi, terpantau oleh Media 2 unit alat berat jenis Excavator Mini merk Kobelco warna hijau dan Hitachi warna orange  sedang  melakukan pengisian tanah puru ke bag Dump Truck.

Demi Keberimbangan Berita, team media pun melakukan konfirmasi kepada US terkait kepemilikan tambang Tanah puru/ Galian C ini.

Saat di konfirmasi, US membenarkan bahwa itu adalah tambang Tanah Puru /Galian C miliknya. US juga mengatakan bahwa kegiatannya itu tidak ada urusan apapun dengan keberadaan wartawan.

"Iya emang kenapa, Kalian Dari Wartawan ini bukan urusan kalian," jawab US singkat

Mengacu kepada regulasi yang ada, setiap penambangan Tanah Puru/ Galian C harus dilengkapi dengan Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) maupun Izin Penambangan Rakyat (IPR).

Penambangan tanah puru milik US ini diduga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pada pasal 158 UU tersebut, disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000. 

Terkait kegiatan itu, Team media akan melakukan upaya - upaya konfirmasi kepada pihak Polresta Kota Pangkalpinang untuk segera melakukan penertiban. .(tim)

Belum ada Komentar untuk "Aktivitas Penambangan Tanah Puru di Kecamatan Gerunggang, diduga tidak ada Ijin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

BACA JUGA: