Ditemukan, Tambang Timah Ilegal dan 1 Unit Excavator diduga Beraktivitas dalam Kawasan Hutan Lindung Pantai Riding Panjang

Foto : Lokasi Tambang Aguan di Riding Panjang

Global-Issuu -Merawang, Bangka- Aktivitas tambang timah ilegal dan satu unit alat berat jenis Excavator Merk Hitachi, diduga beroperasi dalam Kawasan Hutan Lindung, di Pesisir Pantai Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Sabtu ( 14/10/2023). Pelaku kegiatan Tambang timah ilegal yang beroperasi diduga masuk dalam kawasan hutan lindung di pesisir pantai Desa Riding Panjang  bernama Aguan warga Deda Rebo.

Ditemukanya kegiatan tambang timah dan satu unit alat berat jenis Excavator oleh Jejaring Media Globalissuu-online, pada Jumat (13/10) adalah hasil dari informasi warga setempat. Dalam keterangannya sumber tersebut  mengatakan adanya kegiatan tambang timah ilegal yang diduga beroperasi dalam Kawasan Hutan Lindung dan tidak mengantongi surat ijin penambangan timah dari Kementerian terkait .

Salah satu pekerja tambang / Operator PC mengatakan bahwa, pemilk usaha tambang timah tersebut, bernama Aguan, sedangkan pemilik alat berat jenis excavator merk Hitachi, adalah HZ.

" Pemilik tambangnya Pak Aguan warga Desa Rebo, kebetulan saat ini lagi berada di Toboali, Bangka Selatan kalau alat beratnya kepunyaan HZ ," jelasnya

Aguan sendiri, saat  tim Globalissuu menghubungi untuk meminta konfirmasi (13/10), terkait kegiatan tambang timah dan alat berat yang  diduga beroperasi  dalam Kawasan  Hutan Lindung, sampai saat ini belum memberikan jawaban 

Sebagai tindak lanjut, Jejaring media akan terus melakukan upaya  konfirmasi kepada HZ yang disebut-sebut selaku pemilik Alat Berat serta akan berkoordinasi dengan pihak - pihak terkait, yakni KPH Sigambir, Gakkum / Dlhk, serta  APH dari Kepolisian Polres Bangka dan Dirkrimsus, Polda Babel.

Terkait kegiatan tambang timah ilegal tersebut, dan keberadaan alat berat jenis excavator, pemilik tambang diduga telah melanggar UU NO. 18 Tahun 2013, ttg  Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 89 yang berbunyi :

1.Orang perseorangan yang dengan sengaja:

a. melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b; dan/atau

b. membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan dan/atau mengangkut hasil tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf adipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

(Tim)

Belum ada Komentar untuk "Ditemukan, Tambang Timah Ilegal dan 1 Unit Excavator diduga Beraktivitas dalam Kawasan Hutan Lindung Pantai Riding Panjang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

BACA JUGA: