Kriminalisasi Terhadap Oknum Wartawan Kembali Terjadi di Parittiga,Bangka Barat.

Foto : Amri oknum wartawan GINEWS.COM.dengan Amplop Celaka yang ada didepannya.

Global-Issuu -  Parittiga,Bangka Barat,Amri  Oknum wartawan Media Online Global investigasi.com,(GINEWS.COM) dituduh telah melakukan pemerasan terhadap Laikusen alias Asen  pelaku tambang ilegal asal Dusun Jebu Darat, Desa Klabat, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, Rabu (7/6/2023)

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (2/6) lalu, berawal saat Amri Oknum Wartawan melakukan investigasi ke lokasi tambang timah ilegal  milik Laikusen alias Asen yang berlokasi di Dusun Jebu Darat Desa Klabat dan masuk ke dalam status kawasan hutan produksi yang diketahui saat ini sudah berhenti secara langsung aktifitasnya setelah kejadian tersebut.

Menurut keterangan Amri   Oknum Wartawan Ginews yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, data hasil dokumentasi kegiatan tambang timah tersebut dikirim kembali ke pemilik tambang,dengan tujuan  untuk meminta  konfirmasi.

Dari Hasil konfirmasi tersebut, Asen alias Laikusen meminta supaya data hasil investigasi kegiatan tambangnya tidak diterbitkan atau  dinaikkan berita,yang kemudian jawab oleh Amri  "kita Sama tau aja ya" 

Selanjutnya,atas permintaan Laikusen alias Asen mereka bersepakat untuk bertemu di CAFE SEVENTY FOUR yang berakhir dengan pemberian selembar Amplop tanpa diketahui isinya.

Nasib naas bagi Oknum Wartawan Amri saat kembali melintas di depan kedai kopi Seventy Four samping Bank Sumsel Babel Parittiga Jebus, Oknum Wartawan Amri ditahan dan dicegat oleh beberapa oknum warga  yang tak lain  adalah  rekan rekan Laikusen alias Asen untuk mempertanyakan  perihal Amplop yang dterimanya itu

Sangat jelas dalam rekaman vidio dengan durasi singkat yang beredar di masyarakat luas dan di medsos, bagaimana seorang Oknum Wartawan Amri diintimidasi dan dipaksa mengakui bahwa, dirinya telah melakukan perbuatan pemerasan terhadap Laikusen alias Asen berdasarkan bukti amplop yang diterimanya dari Laikusen.Sementara isi amplop tersebut belum diketahui secara  jelas sebab tidak ada satu orang pun yang hadir saat itu berani menunjukkan  isi fisik dalam amplop tersebut  sampai diperiksa kepolisian hingga ditetapkan tersangka.

Tak hanya sampai disitu, Saat rekan rekan Laikusen alias Asen menanyakan kepada Oknum Wartawan Amri dari Media mana berasal. Amri menyebutkan dengan tegas bahwa dirinya adalah wartawan media GINEWS TV, namun rilis yang ditulis hingga dikemas menjadi pemberitaan untuk  dikonsumsi publik  menyebutkan INEWS TV, sehingga munculah narasi narasi judul prmberitaan yang menyebutkan Amri adalah wartawan gadungan.

Laikusen alias Asen pelaku tambang timah ilegal tersebut,yang sampai saat ini belum  dikenakan sanksi atau tindakan hukum oleh APH setempat terkait kegiatan tambang ilegalnya itu, saat dikonfirmasi oleh media  (6/6) pagi,sampai berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban apapun.

Untuk mendapatkan keadilan terkait permasalahan ini, Oknum Wartawan Amri yang saat ini sudah dilakukan penahanan oleh pihak Polsek Jebus sejak tanggal  2/6 /2023 lalu dengan status Tersangka, menunjuk Agus Purnomo, SH sebagai Penasehat Hukum.

Oknum Wartawan Amri sendiri saat dijumpai oleh rekan rekan awak media mengatakan "Kita hormati proses hukum yang sudah di lakukan oleh pihak kepolisian Polsek Parit tiga jebus" ucap Amri

Agus Purnomo SH,selaku kuasa hukum Amri pada media ini mengatakan,akan melakukan upaya - upaya hukum lainnya yang menjadi hak hak  klienya yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

" Kita akan  lakukan upaya upaya hukum lainnya yang menjadi hak - haknya tersangka bila diperlukan dalam hal pembelaan bagi saudara Amri" Tandas Agus.(GI)

Belum ada Komentar untuk "Kriminalisasi Terhadap Oknum Wartawan Kembali Terjadi di Parittiga,Bangka Barat."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

BACA JUGA: